matematika
Selasa, 04 Agustus 2015
Jumat, 31 Juli 2015
aljabar elementer
ELEMEN KOMPOSIT DAN PRIMA
Misal (D, , ●) adalah ID
a D, a I
Unit dari D? Pembagi
Asosiasi dari a? dari a
b = integer (bilangan bulat)
b a
Jadi b | a (pembagi tidak sejati)
Elemen komposit adalah punya pembagi sejati
Contoh :8 1
2
4
8
Keterangan: 1 adalah interval 2 dan 4 adalah pembagi sejati 8 adalahpembagitidaksejati.
Maka 8 dikatakan elemen komposit karena punya pembagi sejati yaitu 2 dan 4.
Eleman Prima adalah tidak punya pembagi sejati
Contoh: 7 1
7
Keterangan: 1 adalah interval, 7 adalah pembagi tidak sejati.
Maka 7 dikatakan elemen prima karena tidak punya pembagi sejati.
a prima
dimana , adalah satu dan unit
Elemen Co-Prima
(a,b)= I (Elemen Identitas di D)
Bilangan bukan Gussian
5 adalah komposit (bukan prima)
Karena: 5 memiliki pembagi 1 dan 5 serta (1+2i) dan (1-2i)
Jadipembagisejati 5 adalah (1+2i) dan (1-2i)
(1+I) adalah prima jika
(1-I)=(a+Ib)(c+Id)(1-I)=(a-Ib)(c-Id)
(1-I) = (a-Ib)(c-Id)
2= (a2+b2) (c2+d2)
Begitujuga (a2+b2) =2 atau (a2+b2) =1
Sekarang dalam kasus (a2+b2) =2 memberikan (c2+d2) =1dan oleh karena itu (c+Id)(c-Id)=1
Yang mana artinya bahwa (c+Id) adalah unit
Demikian (1+I)=(a+Ib)(c+Id)
Demikian juga (a+Ib) atau (c+d) adalah unit
Karenanya (1+I) adalah prima
Di domain I semua bilangan bulat positif, semua bilangan bulat prima adalah elemen prima pada I dua-duanya bukan nol bilangan bulat adalah komposit
DAERAH FAKTORISASI TUNGGAL
(D, , ●) (Daerah Faktorisasi Tunggal)
a D
a I
a D
a I
a, b Z
a x b =0 a=0 V b=0
(z, +, x)apakah ID?
Iya, (z, +, x) adalah ID
2 = 0; 2 D
Apakah 2 unit? (tidak)
Unit :1 dan -1
5 = 5 x 1
6 = 3 x 2
8 = 2 .2 . 2
18 = 2 . 3 .3
Teorema I : ( D, , •) adalah ID
Daerah Faktorisasi Tunggal
a, b D, a ≠ I, b ≠ I
p D, p = elemen prima
p / a • b p / a atau
p / b
p / a • b
p / a
Bukti : a = p1• p2 •…•pr
b = q1• q2 •…•qs
p, q adalah elemen prima
a = pi ; i = 1, 2, … , r
b = qi ; i = 1, 2, … , s
a • b = p1• p2 • … • pr • q1 • q2 • … • qs
p1 / a • b p1 / p1 • p2 • … • pr p / a
p2 / a • b p2 / p1• p2 •…•pr p / a
pr / a • b p2 / p1• p2 •…•pr p / a
TeoremaII :( D, , •) adalah ID
PID (integral domain)
D = < p > Daerah Faktorisasi Tunggal
Bisa prima ataubukan prima
bukti a D
a = pk = p • p • … • p
k
a ≠ I ; a adalah elemen prima
Misal (D, , ●) adalah ID
a D, a I
Unit dari D? Pembagi
Asosiasi dari a? dari a
b = integer (bilangan bulat)
b a
Jadi b | a (pembagi tidak sejati)
Elemen komposit adalah punya pembagi sejati
Contoh :8 1
2
4
8
Keterangan: 1 adalah interval 2 dan 4 adalah pembagi sejati 8 adalahpembagitidaksejati.
Maka 8 dikatakan elemen komposit karena punya pembagi sejati yaitu 2 dan 4.
Eleman Prima adalah tidak punya pembagi sejati
Contoh: 7 1
7
Keterangan: 1 adalah interval, 7 adalah pembagi tidak sejati.
Maka 7 dikatakan elemen prima karena tidak punya pembagi sejati.
a prima
dimana , adalah satu dan unit
Elemen Co-Prima
(a,b)= I (Elemen Identitas di D)
Bilangan bukan Gussian
5 adalah komposit (bukan prima)
Karena: 5 memiliki pembagi 1 dan 5 serta (1+2i) dan (1-2i)
Jadipembagisejati 5 adalah (1+2i) dan (1-2i)
(1+I) adalah prima jika
(1-I)=(a+Ib)(c+Id)(1-I)=(a-Ib)(c-Id)
(1-I) = (a-Ib)(c-Id)
2= (a2+b2) (c2+d2)
Begitujuga (a2+b2) =2 atau (a2+b2) =1
Sekarang dalam kasus (a2+b2) =2 memberikan (c2+d2) =1dan oleh karena itu (c+Id)(c-Id)=1
Yang mana artinya bahwa (c+Id) adalah unit
Demikian (1+I)=(a+Ib)(c+Id)
Demikian juga (a+Ib) atau (c+d) adalah unit
Karenanya (1+I) adalah prima
Di domain I semua bilangan bulat positif, semua bilangan bulat prima adalah elemen prima pada I dua-duanya bukan nol bilangan bulat adalah komposit
DAERAH FAKTORISASI TUNGGAL
(D, , ●) (Daerah Faktorisasi Tunggal)
a D
a I
a D
a I
a, b Z
a x b =0 a=0 V b=0
(z, +, x)apakah ID?
Iya, (z, +, x) adalah ID
2 = 0; 2 D
Apakah 2 unit? (tidak)
Unit :1 dan -1
5 = 5 x 1
6 = 3 x 2
8 = 2 .2 . 2
18 = 2 . 3 .3
Teorema I : ( D, , •) adalah ID
Daerah Faktorisasi Tunggal
a, b D, a ≠ I, b ≠ I
p D, p = elemen prima
p / a • b p / a atau
p / b
p / a • b
p / a
Bukti : a = p1• p2 •…•pr
b = q1• q2 •…•qs
p, q adalah elemen prima
a = pi ; i = 1, 2, … , r
b = qi ; i = 1, 2, … , s
a • b = p1• p2 • … • pr • q1 • q2 • … • qs
p1 / a • b p1 / p1 • p2 • … • pr p / a
p2 / a • b p2 / p1• p2 •…•pr p / a
pr / a • b p2 / p1• p2 •…•pr p / a
TeoremaII :( D, , •) adalah ID
PID (integral domain)
D = < p > Daerah Faktorisasi Tunggal
Bisa prima ataubukan prima
bukti a D
a = pk = p • p • … • p
k
a ≠ I ; a adalah elemen prima
Sabtu, 23 Mei 2015
anriil 2 (TeoremaBolzanaWeierstrass)
TeoremaBolzanaWeierstrass
3.4.7.
TeoremaBolzana-WeierstrassSetiapbarisanterbatasmempunyaisubbarisankonvergen.
Bukti 1:MengikutiTeoremaSubbarisanMonoton,
makabarisanterbatas X = (
) adalahbarisanterbatas yang
mempunyaisubbarisan X’ = (
) monoton. Subbarisan ini pun
jugaterbatas, sehinggamenururtTeoremaKonvergensiMonoton X’ = (
) adalahkonvergen.
Bukti 2:Misalkan, barisan
adalah terbatas, denganinterval
:=[a,b]. kitaambil
:=1
Membagi
kedalamduasamadengan subinterval yaitu
dan
danmembagihimpunanpadaindeks
kedalamduabagian:
,
,
Jika
adalahtidakterbatas,
ambil
dan
adalah natural
terkecildi
. (liha 1.2.1). jika
adalahhimpunanterbatas,
kemudian
menjaditakterbatas,
ambil
dan
adalah natural terkecil di
.
Seperti
yang diketahuibahwaMembagi
kedalam dua sama dengan subinterval yaitu
dan
dan membagihimpunanpadaindeks
kedalam dua bagian:
Jika
adalah tidak terbatas, ambil
dan
adalah naturalterkecildi
. Jika
adalah himpunanterbatas, kemudian
menjadi tak terbatas,
ambil
dan
adalah natural terkecildi
.Begitujugaseterusnyadengancara
yang samaakandidapatpada interval
dansubbarisan
)pa da X sepert
untuk
. Untuk
adalah sama dengan
, ikutiteorema 2.5.3
iniadalatitik yang unikuntuk
. selainitukarena
dan
keduanyatermasukdalam
, maka kita punya
daripenjelasandiatasmakasubbarisan
pada X konverrgenpada
Theorem diatas yang disebutdengan Bolzano-Weierstrassuntukbarisan. Dari sinimudahdilihatbahwabarisanterbatasdapatmempunyaibeberapasubbarisan
yang konvergenke limit yang berbeda, sebagaicontoh, barisan
mempunyaisubbarisan yang konvergen ke -1,
dan subbarisan yang lain konvergenke +1.Barisaninijugamempunyaisubbarisan yang
tidakkonvergen. misalkan X’ subbarisandaribarisan X. MakaX’
sendirijugamerupakanbarisan, yang jugadapatmempunyaisubbarisan, katakan X ”. Di
sinidapatkitacatatbahawa X” jugamerupakansubbarisandari X.
3.4.8.
TeoremaMisalkan X=
merupakanbarisanterbatasdan x ∈R yang mempunyaisifatbahwasetiapsubbarisankonvergendari X
limitnyaadalahx. Makabarisan X konvergenkex.
Bukti:Misalkan M > 0, sehingga
untuksemua n ∈N. Andaikan X tidakkonvergenke x.
MenurutKriteriaDivergensi 3.4.4 terdapat
dansubbarisan X’ =
)
dariX sehingga
untuksemua k∈N.
Karena X’
subbarisandari X, maka X’ jugaterbatasoleh M. Dari sini, menurutTeorema
Bolzano-Weierstrassbahwa X’ mempunyaisubbarisan X” yang konvergen. Tetapi X”
jugamerupakansubbarisandari X, karenanyaharuskonvergenke x, menuruthipotesis.
Akibatnyapadaakhirnya X” terletakdi dalam lingkungan-ε0 dari x.
Karenasetiapsukudari X” jugamerupakansukudari X’, halinimembawakitakesuatu yang
kontradiksidengan
untuksemua k∈N.
3.4.9. Teorema. Misalkan
barisan terbatas dari bilangan riil dan xR yang mempunyai sifat bahwa setiap sub-barisan konvergen dari X yaitu
menuju x (limitnya adalah x). Maka barisan X konvergen ke x.
BuktiMisalkan M > 0 adalah batas barisan X, sehingga
untuk semua nN. Andaikan X tidak konvergen ke x, maka menurut Kriteria Divergensi
3.4.4 terdapat 0 > 0 dan subbarisan
dari X sehingga
Karena X’ subbarisan dari X, maka X’ juga terbatas oleh M. Dari sini,
menurut Teorema Bolzano-Weierstrass bahwa X’ mempunyai subbarisan X” yang
konvergen. Tetapi X” juga merupakan subbarisan dari X, karenanya harus
konvergen ke x, menurut hipotesis. Akibatnya pada akhirnya X” terletak di dalam
lingkungan-0 dari x.
Karena setiap suku dari X” juga merupakan suku dari X’, hal ini membawa
kita ke suatu yang kontradiksi dengan
Langganan:
Komentar (Atom)