BILANGAN RIIL ?
Sifat-Sifat Aljabar pada R
Pada himpunan R dari
bilangan-bilangan riil terdapat dua operasi biner yang dilambangkan dengan +
dan . dimana masing-masing disebut penjumlahan dan perkalian. Operasi-operasi
itu memenuhi sifat-sifat sebagai berikut:
(A1) (sifat komutatif pad
penjumlahan)
a + b = b + a, untuk setiap a, b di R
(A2) (sifat asosiatif pada penjumlahan)
(a + b) + c = a + (b + c), untuk setiap a, b, c di
R
(A3) (keberadaan/eksistensi
sebuah elemen nol)
Terdapat sebauh elemen 0 di R sedemikian hingga 0
+ a = a dan a + 0 = a, untuk setiap a di R
(A4) (keberadaan/eksistensi
elemen negatif)
Untuk setiap a di R terdapat sebuah elemen – a di
R
sedemikian hingga a + (-a) = 0 dan (-a) + a = 0
BILANGAN RIIL ?
Sifat-Sifat Aljabar pada R
(M1) (sifat komutatif dari
perkalian) a.b = b.a, untuk setiap a, b di R
(M2) (sifat asosiatif dari
perkalian)
(a.b).c = a.(b.c), untuk setiap a, b, c di R
(M3) (keberadaan/eksistensi
sebauh elemen satuan)
Terdapat sebuah elemen 1 di R
yang berbeda dengan 0
sedemikian hingga 1.a = a dan a.1 = a
(M4) (keberadaan/eksistensi
elemen kebalikan pada perkalian)
untuk setiap a ¹ 0 di R terdapat sebuah
elemen 1/a di R
sedemikian
hingga a. 1/a = 1 dan 1/a .a = 1
(D1) (sifat distributif kiri
dari perkalian terhadap penjumlahan)
a.(b + c) = (a.b) + (a.c), untuk setiap a, b, c di
R
(D2) (sifat distributif kanan
dari perkalian terhadap penjumlahan)
(b + c).a = (b.a) + (c.a), untuk setiap a, b, c di
R
Teorema I:
(a) Jika z, a Î
R
sedemikian hingga z
+ a = a, maka z = 0.
(b) Jika u, b Î R dan b ¹ 0
sedemikian hingga jika u.b = b, maka u =
1.
Bukti: Bagian (a)
Dari sifat (A4), a + (-a) = 0.
Jika kedua ruas dari hipotesa
z + a = a
ditambah (-a) diperoleh:
(z + a) + (-a) = a + (-a)
(z + a) + (-a) = 0 (A4)
z + (a + (-a)) = 0 (A2)
z
+ 0 = 0 (A4)
z = 0 (A3)
Bukti: Bagian (b)
Dari sifat (M4), b.1/b = 1.
Jika kedua ruas dari hipotesa
u.b = b
dikali 1/b diperoleh:
(u.b).1/b = b.1/b
(u.b).1/b = 1 (M4)
u.(b. 1/b) = 1 (M2)
u.1 = 1 (M4)
u = 1 (M3)
Teorema II:
(a)
Jika a, b Î R
sedemikian hingga a + b = 0, maka b =
-a.
(b) Jika a, b Î R dan a ¹ 0
sedemikian hingga a.b = 1 maka b = 1/a
Bukti:Bagian (a)
Dari sifat (A3) dan (A4), yakni
b = b + 0
dan a + (-a) = 0, maka
diperoleh:
b = b + 0 (A3)
b = b + (a + (-a)) (A4)
b = (b + a) + -a (A2)
b = (a + b) + -a (A1)
b = 0 + -a (hipotesa)
b = -a (A3)
Jadi terbukti: jika a + b = 0 Þ b = -a.
Bukti:Bagian (b)
Dari sifat (M3) dan (M4), yakni b = b.1 dan a.1/a
= 1, maka diperoleh:
b = b.1 (M3)
b = b.(a.1/a) (M4)
b = (b.a).1/a (M2)
b = (a.b).1/a (M1)
b = 1.1/a (hipotesa)
b = 1/a (M3)
Jadi terbukti: a.b = 1 Þ b = 1/a.
Teorema III:
Misalkan a, b Î R sembarang. Maka
(a) Persamaan a + x = b mempunyai penyelesaian
tunggal x = (-a) +
b.
(b) Jika a ¹ 0, persamaan a.x = b
mempunyai penyelesaian tunggal
x = 1/a.b.
Bukti:Bagian (a)
Misalkan x = (-a) + b adalah
penyelesaian dari a + x = b, maka
a + x = a + ((-a) + b) (x = (-a) + b)
= (a + (-a)) + b
(A2)
= 0 + b
(A4)
= b (A3)
hal ini munjukkan bahwa x =
(-a) + b merupakan penyelesaian dari a + x = b.
Bukti: (lanjutan Bagian (a))
Kemudian akan ditunjukkan
ketunggalan-nya, misalkan ada pemecahan lain x1 merupakan
penyelesaian dari a + x = b, yaitu: a +
x1 = b, maka diperoleh
x1 = x 1 + 0 (A3)
= x1 + (a + (-a)) (A4)
= (x1
+ a) + (-a) (A2)
= (a
+ x1) + (-a) (A1)
= b
+ (-a) (a + x1
= b)
=
(-a) + b (A1)
Karena x1 = (-a) +
b, hal ini menunjukkan bahwa x dan x1 adalah tunggal.
Bukti: Bagian (b)
Misalkan x = 1/a. b adalah
penyele-saian dari a.x = b, maka
a.x = a.(1/a.b) (x
=1/a.b)
= (a.1/a).b (M2)
= 1. b (M4)
= b (M3)
hal ini munjukkan bahwa x
=1/a.b merupakan penyelesaian dari a.x =
b.
Bukti: (Lanjutan Bagian (b))
Kemudian akan ditunjukkan
ketung-galannya, misalkan ada pemecahan lain x2, yaitu a.x2
= b, maka dipero-leh
x2 = x2.1 (M3)
= x2.(a.1/a) (M4)
= (x2.a).1/a (M2)
= (a.x2).1/a (M1)
= b.1/a
(a.x1 = b)
= 1/a.b (M1)
Karena x2 = 1/a.b,
hal ini menunjuk-kan x dan x2 adalah tunggal.
Teorema IV: (Penggunaan
Sifat Distributif)
Misalkan a Î R sembarang, maka
(a) a.0 = 0
(b) (-1). a = -a
(c) -(-1) = 1
(d) (-1).(-1) = 1
Bukti: Bagian (a)
Dari sifat (M3), yakni a.1 = a.
Maka diperoleh
a + a.0 = a.1 + a.0 (M3)
a + a.0 = a.(1 + 0) (D1)
a + a.0 = a.1 (A3)
a + a.0 = a (M3)
a.0 = (-a) + a (teorema
?)
= 0 (A4)
Bukti: Bagian (b)
a + (-1)a = 1.a + (-1)a (M3)
a + (-1)a = (1 + (-1))a (D2)
a + (-1)a = 0.a (A4)
a + (-1)a = 0 (teorema ?)
(-1)a = (-a) + 0 (teorema ?)
(-1)a = -a (A3)
Bukti: Bagian (c)
Dari sifat (A4), yakni (-a) + a
= 0. Maka diperoleh
-(-a) + 0 = -(-a) + ((-a) + a) (A4)
-(-a) = (-(-a) + (-a)) + a
(A3, A2)
-(-a) = 0 + a (A4)
-(-a) = a (A3)
Bukti: Bagian (d)
(-1).a = -a (teorema
?)
(-1).(-1) = -(-1) (ambil a = -1)
= 1 (teorema?)
Teorema V:
Hasil Penting dari Sifat
Aljabar)
Misalkan a, b, c Î R sembarang.
(a) jika a ¹
0 maka 1/a ¹ 0
dan 1/(1/a) = a.
(b) jika a.b = a.c, a ¹ 0 maka b = c.
(c) jika a.b = 0 maka a = 0 atau b = 0.
Bukti: Bagian (a)
Dari sifat (M4), jika diberikan
a ¹ 0 maka terdapat 1/a di R. Andaikan 1/a = 0, dari teorema ?
diperoleh a.1/a = 0. Dilain pihak dari sifat (M4) ini juga a.1/a = 1, ini mengakibatkan bahwa 0 = 1, hal ini
kontradiksi dengan (M3), yaitu 1 ¹
0.
Karenanya pengandaian 1/a = 0
salah.
Jadi haruslah 1/a ¹ 0.
Dan karena 1/a ¹ 0, serta 1/a.a = 1, maka
menurut teorema ?, a = 1/(1/a). (terbukti)
Bukti: Bagian (b)
Jika a.b = a.c, dari teorema ?, maka b =
1/a.(a.c). Akibatnya
b = (1/a.a).c (M2)
b = 1.c (M4)
b = c (M3)
(terbukti)
Bukti: Bagian (c)
Jika a ¹ 0 dan a.b = 0, maka diperoleh
a.b = 0
= a.0 (teorema
?)
Jadi a.b = a.0.
karena a ¹ 0 dan a.b = a.0, maka
b = 0 (teorema ?)
Dengan cara yang sama, jika b ¹ 0 dan a.b = 0 maka
diperoleh
a.b = 0
= 0.b (teorema ?)
karena b ¹ 0 dan a.b = 0.0, maka
a = 0 (teorema
?)
Jadi dapat disimpulkan, jika
a.b = 0 maka
a = 0 atau b = 0. (terbukti)
Teorema:
Tidak terdapat sebuah bilangan
rasional r sedemikian hingga r2 = 2.
Bukti:
(Dengan kontradiksi), andaikan
tidak demikian, berarti terdapat r di Q sedemikian hingga r2 = 2. r
di Q sehingga dapat ditulis dalam bentuk
p/q dimana p, q di Z dan q ¹
0, serta asumsikan p dan q tidak mempunyai faktor persekutuan selain 1. (jika p
dan q mempunyai faktor persekutuan selain 1 berarti p dan q dapat dibagi dengan
faktor sekutu tersebut tanpa mengubah nilai p/q). Akibatnya diperoleh
2
= r2
= (p/q)2
= p2/q2 atau
p2 =
2 q2
karena p2 = 2 q2 maka p2 genap. Akibatnya p
juga genap (karena jika p ganjil, misalkan
p = 2n + 1, nÎZ
maka p2 = (2n + 1)2 = 4n2 + 4n + 1 ganjil).
karena diasumsikan tidak mempunyai
faktor persekutuan selain 1 dan p genap maka haruslah q ganjil. Misalkan p = 2n, nÎZ
maka 2q2 = 4n2.
Sehingga q2 = 2n2 genap, akibatnya q genap, hal ini
terjadi pertentangan dengan q ganjil. Jadi pengandaian r adalah bilangan
rasional haruslah dingkari, yaitu tidak terdapat r di Q sedemikian r2
= 2.
Latihan ???(pr)
1. Selesaikan
dan sederhanakan persa-maan berikut, jelaskan kebenaran setiap langkah dengan
sifat-sifat dan teorema yang digunakan
(a) 2x + 5 = 8 (b)
2x + 6 = 3x + 2
(c) x2 = 2x (d)
(x – 1)(x + 2) = 0
2.
Buktikan bahwa jika a, b di R, maka
(a) –(a + b) = (-a) + (-b)
(b) (-a).(-b) = a.b
(c) 1/(-a) = -(1/a), jika a ¹ 0
(d) –(a/b) = (-a)/b, jika b ¹ 0
3. Jika a di R memenuhi a.a = a, buktikan hanya
dipenuhi a = 0 atau a = 1.
4. Jika a ¹
0 dan b ¹ 0,
tunjukkan bahwa
1/(ab) = (1/a).(1/b).
5. Gunakan argumentasi untuk menunjukkan bahwa
tidak terdapat bilangan rasional s sedemikian hingga s2 = 6.
6. Dengan
modifikasi dari argumentasi, tunjukkan
bahwa tidak terdapat bilangan rasional t sedemikian hingga t3 = 3.
7.
Tunjukkan bahwa jika s di R adalah bilangan irrasional dan r ¹ 0 bilangan rasional, maka
(a) r + s bilangan irrasional
(b) rs bilangan irrasional.
8. Jika x
dan y bilangan-bilangan rasional, tunjukkan
(a) r + s bilangan rasional
(b) rs bilangan rasional.
9. Misalkan B adalah sebuah operasi biner pada
R. Katakan bahwa B:
(i)
komutatif jika B(a, b) = B(b, a), "a,
b Î R
(ii) assosiatif jika B(a, B(b, c)) =
B(B(a, b), c)
"a,
b Î R
(iii) mempunyai sebuah identitas jika
terdapat
sebuah elemen e di R sedemikian hingga
B(a, e) = a = B(e, a) untuk semua a di R.
Tentukan mana dari sifat-sifat
di atas dipenuhi untuk operasi biner, yang didefinisikan untuk semua a, b di R,
dengan
(a) B1(a, b) = (a +
b) (b) B2(a,
b) = (ab)
(c) B3(a, b) = a - b (d) B4(a, b) = 1
+ ab
Bukti: Bagian (c)
Jika a ¹ 0 dan a.b = 0, maka diperoleh
a.b = 0
= a.0 (teorema
?)
Jadi a.b = a.0.
karena a ¹ 0 dan a.b = a.0, maka
b = 0 (teorema ?)
Dengan cara yang sama, jika b ¹ 0 dan a.b = 0 maka
diperoleh
a.b = 0
= 0.b (teorema ?)
karena b ¹ 0 dan a.b = 0.0, maka
a = 0 (teorema
?)
Jadi dapat disimpulkan, jika
a.b = 0 maka
a = 0 atau b = 0. (terbukti)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar